Delphi Indonesia

OOT - Dilema Programmer

eksant - 31-08-2008 14:08
Post subject: Dilema Programmer
Beberapa tahun yang lalu, saya menjadi pembaca setia dari diskusi "http://delphi-id.org/dpr/index.php?name=PNphpBB2&file=viewtopic&t=2365&postdays=0&postorder=asc&highlight=perbedaan+otodidak&start=105". Diskusi waktu itu mengingatkan saya ketika baru mengenal dunia programming sekitar satu dekade yang lalu. Dunia programming sendiri kebanyakan dilakukan oleh orang yang memiliki latar belakang sebagai programer baik belajar otodidak atau dibangku kuliah. Nyata sekali perbedaan antara yang sudah pernah mengerjakan real proyek dengan yang hanya mengenal di bangku kuliah. Masalah klasik yang sering dihadapi ketika para programmer mendapatkan pekerjaan untuk membuat aplikasi bagi usaha kecil secara personal. Kalo dianalisa sebenarnya 2 sudut pandang yang berbeda antar klien dan programmer ketika kejadian diatas muncul, masing2 memiliki obyektif yang berbeda.

* Dari sisi klien ingin menghemat biaya sehemat2nya dengan menghire para programmer yang baru lulus. Klien pada dasarnya percaya bahwa aplikasi penerapan aplikasi dapat menciptakan efisiensi (cost effectiveness) dalam proses bisnis mereka TAPI kemampuan dan kerelaan untuk membayar masih menjadi batu sandungan bagi mereka. Sehingga yang dilakukan klien menekan harga seminimal mungkin dan jangka waktu termin pembayaran semaksimal mungkin, bahkan ada pembayaran baru dilakukan setelah aplikasi selesai. Jika tidak ada titik temu, mereka masih bisa berdalih “ kami sudah menjalankan usaha ini bertahun2, tanpa ada komputer pun kami tidak bisa untung”. Jadi posisi klien yang menentukan besar kecilnya nilai proyek dan lamanya waktu pengerjaan.
* Dari sisi programmer, ketika mendapatkan tawaran pekerjaan (apalagi baru pertama kali) perasaan suka cita meluap2 sehingga lupa untuk menghitung biaya dan nilai dari pekerjaan yang ingin diajukan. Nilai pekerjaan biasanya tidak menjadi faktor yang penting apalagi mendapatkan iming2 dari klien yang menjanjikan jika berhasil akan direkomendasikan ke tempat lain. Lebih fatalnya lagi ketidakmampuan dari programmer untuk membuat proposal, sekalipun bisa membuat tetapi faktor fundamental tidak terdefinisi dengan jelas, seperti scope pekerjaan.

Kondisi ini menjadi lingkaran iblis (Twisted Evil - kl pake kata "set**" pasti kena sensor) bagi kedua belah pihak yang akhirnya mengakibatkan kegagalan dan hampir dipastikan menyebabkan hubungan yang tidak harmonis di kemudian hari. Ada dua kesalahan dari persepsi di atas, pertama dari sisi klien yang menganggap bahwa mahasiswa yang kuliah di fakultas informatika semuanya mampu menjadi programmer untuk merancang suatu aplikasi. Dari satu sisi memang benar setiap mahasiswa mendapatkan kuliah mengenai programming tool tetapi kualitas dalam perancangan, trick programming, dan solusi yang diberikan belum profesional dan mature. Kedua, programmer “green” biasanya memegang prinsip “AKS” (asal klien senang) semua permintaan akan disanggupi dan dikerjakan. Akibat dari kebaikan hati sang programmer akan menuai request yang tiada berhenti dari klien mulai dari pembuatan laporan, perubahan database, modifikasi bisnis proses, sampai untuk membeli dan membetulkan komputer. Bisa ditebak akhirnya, sang programmer stress, HP sulit dihubungi, dan terakhir menghilang dari peredaran.

Bagaimana seharusnya respon programmer ? Rolling Eyes
madi - 31-08-2008 18:22
Post subject: RE: Dilema Programmer
Quote:

Bisa ditebak akhirnya, sang programmer stress, HP sulit dihubungi, dan terakhir menghilang dari peredaran.


hahahaaaaaaaaaaa...............
eksant - 31-08-2008 19:00
Post subject: RE: Dilema Programmer
@madi, terima kasih. respon anda adalah yang pertama kali.
n3o_cybertech - 31-08-2008 22:43
Post subject: RE: Dilema Programmer
Quote:

Kedua, programmer “green” biasanya memegang prinsip “AKS” (asal klien senang) semua permintaan akan disanggupi dan dikerjakan. Akibat dari kebaikan hati sang programmer akan menuai request yang tiada berhenti dari klien mulai dari pembuatan laporan, perubahan database, modifikasi bisnis proses, sampai untuk membeli dan membetulkan komputer. Bisa ditebak akhirnya, sang programmer stress, HP sulit dihubungi, dan terakhir menghilang dari peredaran.

menurut pengalaman saya, "AKS" perlu dihindari oleh para programmer...saya melayani permintaan suatu klien hanya berdasarkan kemampuan saya atau hal baru yang sekiranya itu dapat saya jangkau dengan begitu tidak ada perpecahan hubungan antara klien -programmer...kita sebagai programmer haruslah menjaga nama kita. programmer harus dapat mengatakan "saya tidak mampu pak / bu" kepada klien ketika kita benar2 dihadapkan dengan permintaan yang tidak dapat dijangkau oleh kemampuan kita, "tidak dapat dijangkau" disini bukan hanya berarti skill kita yang belum sampai tetapi kita juga melihat dari waktu yang ada serta aspek2 lainnya, ya ini merupakan respon saya sebagai programmer pemula saja...mungkin para expert2 ingin meluruskan atau menambahkan???
pebbie - 01-09-2008 14:44
Post subject: RE: Dilema Programmer
inilah mengapa programmer selain mempunyai keahlian teknis memrogram (membuat estimasi, dan tahu mana yang perlu mana yang kurang perlu) harus punya juga keahlian non-teknis negosiasi. kalau nurut tiap kata klien sih.. sama aja kuli
mas_kofa - 01-09-2008 16:10
Post subject: RE: Dilema Programmer
Pakai surat kontrak yang jelas.....antara client dan programmer.....jangan memberikan feature secara cuma2..walaupun itu hanya fiture ringan....

kenapa programmer menjadi dilema ???????????!!!!!!!!!!!! mungkin karna terlalu banyak programmer.....sehingga harga program kaya harga kacang rebus....
alvonz - 01-09-2008 16:21
Post subject: RE: Dilema Programmer
iya... menurut pengalaman saya pernah demi mempertahankan reputasi saya rela AKS, wah bener2 kesiksa, seharusnya programmer punya planning yang cukup baik untuk menentukan dan konsisten kali yah...
ImanD - 01-09-2008 17:03
Post subject: RE: Dilema Programmer
klo menurut saya sich yg sangat penting sekali, saat pra-deal bagaimana meyakinkan kepada Client bahwa kita bisa dianggap "LEBIH" yg seolah-olah jika bukan kita yg nangani program tersebut si Client merasa "SAYANG" jika tidak bisa join dengan kita(setubuh dengan @pebbie).
selanjutnya......
DelphiExpert - 01-09-2008 17:12
Post subject: RE: Dilema Programmer
udah ngga' usah disesali... anatomi kita di Indonesia emang udah seperti itu ... bentukan para senior yg membuat kita harus melalui kesalahan2 seperti rekans sebutkan... AKS...? gokil Mr. Green

Mending sampean pada bisnis parkiran aja... jangan salah lho, tukang parkir sebulan bisa ngantongi 5jt rupiah Smile
Gaji lu pada kalah dueh Mr. Green
madi - 01-09-2008 18:06
Post subject: RE: Dilema Programmer
Quote:

udah ngga' usah disesali... anatomi kita di Indonesia emang udah seperti itu ... bentukan para senior yg membuat kita harus melalui kesalahan2 seperti rekans sebutkan... AKS...? gokil Mr. Green

Mending sampean pada bisnis parkiran aja... jangan salah lho, tukang parkir sebulan bisa ngantongi 5jt rupiah Smile
Gaji lu pada kalah dueh Mr. Green


ladalah...tukang parkir 5jt broo....ganti profesi aja ahhhhhhh....... Shocked Rolling Eyes Mr. Green
simba - 02-09-2008 16:36
Post subject: RE: Dilema Programmer
Tipikal umum cara pikir programmer buat nyari duit. Razz

Harus dirombak nih paradigmanya! Gak cuman kita aja sbg programmer, tapi juga seluruh jajaran perusahaan, dari marketting sampe tukang bikin kopi. Kalo masih mikir pake cara lama, sepakat sama DE tuh, mending ganti profesi, jadi tukang parkir aja. Laughing
eksant - 02-09-2008 20:49
Post subject: RE: Dilema Programmer
buat mas n3o_cybertech, salut deh.. penentuan projek anda berdasarkan kemampuan anda atau hal baru yang sekiranya itu dapat mas n3o_cybertech jangkau dengan begitu tidak ada perpecahan hubungan antara klien -programmer..

buat mas pebbie, keahlian non-teknis negosiasi menjadi landasan dalam berbisnis ya.. Smile

mas alvonz, mungkin skala "green" anda mulai berubah menjadi "blue" Smile

nah yg bawah ini komentar para sesepuh :
mas ImanD, pra-deal harus ada kesepakatan kedua pihak ya (mgk bisa dibilang begitu..).
uedan tenan.. komentar mas DelphiExpert sungguh mantep, kl liat cewek tu harus liat muka ma pantat-nya..hehehe, sudut pandang secara global adalah faktor external dalam menanggapi masalah yang ada.
weleh-weleh kang simba, konsep perombakan paradigma memang perlu apalagi untuk skala dunia programmer, memang perlu ada konsep ERP sejak awal sebelum membangun instansi yang berhubungan.

salut untuk semuanya..
dari semua opini yg ada dapat ditarik sbb:
1. Evaluasi kemampuan diri dalam penentuan skala projek
2. Penguasaan non-teknis dalam negoisasi sebagai faktor pra-deal
3. Buatlah draf harga projek agar menjadi acuan skala projek
4. Buatlah pondasi ERP sebagai langkah awal dalam pembentukan instansi yg berhubungan

mungkin ada yg mau nambah lagi.. monggo mas !!

saya secara pribadi salut dengan http://delphi-id.org/dpr/Forum-viewtopic-t-4797.pas, mungkin sudah saatnya kita berubah, sudah banyak khan, misl: asosiasi pengadaan jasa komputer. dengan begitu harga yang diterapkan rata-rata sama atau malah terjadi hubungan mutualisme. mungkin kita bisa mulai dari sana...
eksant - 02-09-2008 21:35
Post subject: RE: Dilema Programmer
kembali ke topik,
sedikit cerita waktu dl... waktu dulu sy masih mengantongi label "green" (semester 5), pernah saya meng"capture" projek hrd-marketing cuma dengan imbalan 250 ribu + penerbangan jawa-mataram atau projek absensi dengan pintu otomatis dengan jasa keringet di bawah 1 juta atau sistem antrian modus bersuara (budget cm 3.5 jt yg akhirnya malah tombok..) atau mengembangkan 1 unit uConextMySQL (turunan dari ZEOS [conect dgn MySQL, MsSQL, Oracle, MySQL], ThemesEngine, Jedi, TMS, TpApro [connect GSM], dan beberapa komponen delphi yg dibuat praktisi dalam 1 unit), hanya karena apa? KARENA nilai jual saya belum tinggi (mungkin beda dengan pegawai kantor, datang-duduk-kerja-gajian), dilema inilah yang menjadikan "AKS" sebagai kartu namaku, hingga ujung-ujungnya kadang menghilang trus nongol kl projek sdh finish (bukan karena ga sanggup, tapi kebanyakan order dan semuanya harus dijalanin sendiri).

Tipikal saya adalah wiraswasta, bahkan saya juga pernah kerja kantoran dan merasakan betapa tersiksanya dengan entitas yang berbeda dengan entitas saya. mungkin ada benar-nya juga mas DelphiExpert, "Mending sampean pada bisnis parkiran aja... jangan salah lho, tukang parkir sebulan bisa ngantongi 5jt rupiah Gaji lu pada kalah dueh", saya mulai menangkap itu...

orentasi kerja saya mulai berubah, yg dulunya beranggapan "wah, jago delphi ya mas..!!", "hebat bisa bikin ini..itu..!!" ternyata sampai dirumah, yg ditanya cuman "hari ini dapat duit brapa..?", "ada proyek baru ga..?"...uedan tenan, jauh bgt dari apa yg aku pelajari. MAAF, mgk disini (ind maksudnya) "skill" hanya sebagai variabel bukan class dalam penentuan ekonomi, yah..mungkin level "senior" untuk mencapai level ekonomi yg aman dalam rumah tangga, tp untuk mencapai level "presiden direktur" atau "komisaris"...KAPAN? butuh waktu BERAPA TAHUN..? apa harus melewati KDRT dulu...?

yah, maklumlah saya ini kan cuman "wong deso" dari pelosok, mungkin bahasa saya agak semradul gini. kalo ada salah kata, mbok ya o, dimaklumi...INI CUMAN DILEMA, mungkin "tukang parkir" juga pernah ngalami "dilema tukang parkir"...Smile
deLogic - 02-09-2008 22:06
Post subject: RE: Dilema Programmer
jika ingin merintis jalan "presiden direktur, komisaris dan sebagainya" tentunya Anda harus mempersiapkan beberapa hal, beberapa diantaranya sudah disampaikan rekan2.. saya cuman ingin nambahin saja...

Anda harus mulai bekerja sebagai tim, setidaknya jika ada proyek, jangan dikerjakan sendiri, carilah programmer / tenaga lain yang sekiranya dapat membantu proyek Anda, tentunya dengan imbalan yang setimpal. Anda harus mulai 'hunting' proyek lebih gigih lagi, Anda harus melatih sense-of-business Anda sehingga Anda dapat membedakan mana proyek yang prospektif dan mana yang enggak. Disinilah jiwa wiraswasta berperan... Yah begitulah beberapa saja, yang lainnya masih buanyak yang pengen nambahin...
eksant - 03-09-2008 00:26
Post subject: RE: Dilema Programmer
good for opinion, deLogic..!!!
there other opinion..bro..!!
simba - 05-09-2008 05:56
Post subject: RE: Dilema Programmer
Sebenarnya ini masalah umum org2 teknik. Razz Gak cuman programmer aja. Lulusan atau org yg (merasa) memiliki kemampuan di bidang teknik (komputer, elektro, sipil, dlsb) merasa mampu untuk membangun kerajaan bisnisnya sendiri. Umumnya, hal ini didasari asumsi "aku yg paling banyak tau dan paling banyak kerja, knp harus membayar mahal org lain (yg non teknik)?". Kebanyakan org teknik akan merasa iri jika ada org non teknik (marketting misalnya) mendapatkan bayaran atau fasilitas yg sama atau lebih dari yg mereka dapat. Biasanya, org teknik tsb akan berkomentar "enak ya dia, gak perlu skill khusus, cuman modal nyocot dibayar mahal, gue juga bisa!". Atau jika org teknik tsb tau bayarannya gak "sesuai" dgn nilai proyek, biasanya juga gak terima, iri, atau setidaknya menggerutu "enak aja, gue yg banting tulang, eh cuman dpt segini!". Betul? Laughing

Dari hal di atas, org teknik -selanjutnya saya batasi programmer aja- kemudian merasa bisa untuk berbisnis sendiri dgn harapan cukup bermodal skill yg dimilikinya dia akan meraup penghasilan lebih banyak. Jadilah dia merangkap pekerja, marketting, legal, support, dan owner sekaligus. Kadang sekaligus jadi office boy. Very Happy Biasanya, dari sinilah kemudian terjadi kesemrawutan, baik di sisi perusahaan milik programmer itu maupun di sisi project management-nya. Banyak hal, yg project gak on-time dan on-budget, yg keuangannya kacau, yg support (after sale) jelek, dipermainkan client (krn AKS), dlsb, yg pada dasarnya muncul krn project atau perusahaan tidak di-manage oleh org yg punya kemampuan untuk itu.

Betul, memang ada programmer yg (akhirnya?) mampu membangun perusahaan dan bisnisnya dgn baik dan maju. Tapi itu gak banyak. Hanya programmer yg kebetulan juga memiliki kemampuan manajemen, yg biasanya sukses. Kebanyakan, gagal. Razz Biasanya, kalo udah mengalami kegagalan, baru programmer sadar bahwa bisnis gak hanya membutuhkan kemampuan teknik. Menjalankan perusahaan dan menyelesaikan project dgn baik juga butuh kemampuan non teknik, yg sebelumnya diremehkan programmer. Kalo udah "sadar", programmer biasanya akan kembali sbg pekerja di perusahaan org lain, atau membenahi manajemen perusahaannya. Smile

Sebenarnya kegagalan dan keruwetan itu gak perlu terjadi seandainya dari awal programmer sudah sadar (tidak sombong atas kemampuannya) bahwa dia gak bisa bekerja sendirian. Ya, kebanyakan org teknik memang sombong dan cenderung merasa lebih pintar dari org2 non teknik. Ini juga akibat pola pendidikan di Indonesia yg menganggap org yg jago ilmu pasti (matematika, fisika, kimia, dlsb) itu lebih cerdas dari org yg jago ilmu sosial. Padahal, perlu tim yg lengkap dan saling melengkapi supaya bisa sukses berbisnis. Kalo tim itu hanya berisi org2 teknik saja, ya sama aja bo'ong. Very Happy Ini yg dimaksud deLogic bekerja sbg tim. Tim ini harus berisi org2 teknik sekaligus org2 non-teknik yg bisa saling menghargai kemampuan masing2, gak saling sombong dan meremehkan. Jadi manager itu gak mudah, makanya bayarannya mahal, walaupun dalam hal coding biasanya manager itu gak pinter2 amat. Very Happy

Kesombongan programmer ini pula (salah satu) yg mengakibatkan IT terkesan jadi mahal, krn programmer merasa perlu dibayar lebih atas kemampuannya. Krn merasa lebih pintar, programmer "seharusnya" lebih kaya dari profesi lainnya. Padahal, seperti dibilang DE, tukang parkir aja bisa lebih kaya dari programmer. Razz IT, berikut produk dan bisnisnya, jika di-manage dgn tepat, bisa murah. Tentu tanpa merugikan pekerja IT itu sendiri. Jika anggapan bahwa IT itu mahal tetap dipertahankan, maka dalam jangka panjang justru akan merugikan kita sendiri, para pekerja IT. Solusi IT yg murah, tidak membebani client, namun tetap menguntungkan pekerja (dan perusahaan) IT, sangat bisa diwujudkan. Gak perlu ada semacam proyek pembuatan aplikasi POS atau website aja seharga ratusan juta rupiah (sounds familiar, eh?). Wink Uniknya, kesombongan ini juga dijawab oleh pekerja IT juga, dgn konsep free software. Liat aja tuh Google, semuanya digratisin aja, masih bisa kaya. Sayang, di Indonesia, pola bisnis seperti Google belum banyak yg menerapkan krn pola pikir dan paradigma pekerja IT dan masyarakat Indonesia sendiri yg masih belum siap.

Tapi bukan berarti gak bisa loh. Very Happy Gak perlu sampe bener2 gratis deh, murah dulu aja. Seberapa murah? Gimana kalo cukup dalam orde jutaan rupiah dulu. Ada yg berani memulai? Saya? Saya bisa ngomong seperti ini, krn saya pernah memiliki pengalaman seperti itu, termasuk sombongnya juga. Very Happy Tapi sekarang udah sadar kok. Very Happy Saya punya aplikasi yg cukup besar dan rumit, saya cukup menjualnya (lewat perusahaan saya) seharga lima juta rupiah saja, per tahun per client, customizable dan full support (bahkan ada call center-nya). Banyak client saya yg heran dan nanya "gak keliru harga nih mas? soalnya produk seperti ini biasanya minta ratusan juta". Dgn harga segitu aja, perusahaan saya bisa "hidup" dgn sangat layak kok, knp harus mahal? Dan ternyata, setelah produk jadi dan bisnis jalan, ujung tombak suksesnya perusahaan ada di marketting dan manajemen, bukan di programmer. Sorry, no offense. Wink
bagussb - 05-09-2008 08:08
Post subject: RE: Dilema Programmer
kalo pengalaman saya.. tentunya awal proyek itu harus membuat draft kontrak yang jelas..
sehingga batasan pengerjaan programnya ada.. jadi tidak sebatas 'AKS' saja... dan
kalo ada penambahan atau pengurangan kerja tentunya ngaruh juga kepada fee kita..

hanya saja memang untuk penentuan harga itu yang susah.. apalagi kalau kita bekerja sendiri dan tidak
bergabung dalam satu perusahaan.. jadinya harus milih2 harga yang pas dengan kemampuan klien juga.. Very Happy
kalo prinsip saya... gimana caranya seorang klient senang dengan hasil kerja kita.. tapi selain senang
dia juga bisa jadi marketing kita.. Very Happy... yah... dengan berita mouth-to-mouth juga sudah bisa sedikit
mengembangkan bisnis kita....
alvonz - 05-09-2008 09:18
Post subject: RE: Dilema Programmer
nah mumpung di bahas nih.... ada yang tau gak standard cara menentukan harga jual sebuah software gak sih...
itu yang menjadi dilema juga untuk para programmer...
untuk pembuatan software A kita jual ke toko XY 3000000 kemudian kita jual ke toko YZ 4500000 karena perusahaan nya besar
pas toko YZ tau jual murah ke toko XY sirik, alesannya bingung

nah kali aja ada standard cara pejualan program delphi.... heheheheh Embarassed Laughing Laughing Laughing Cool
eksant - 05-09-2008 21:45
Post subject: Re: RE: Dilema Programmer
alvonz wrote:
nah mumpung di bahas nih.... ada yang tau gak standard cara menentukan harga jual sebuah software gak sih...
itu yang menjadi dilema juga untuk para programmer...
untuk pembuatan software A kita jual ke toko XY 3000000 kemudian kita jual ke toko YZ 4500000 karena perusahaan nya besar
pas toko YZ tau jual murah ke toko XY sirik, alesannya bingung

nah kali aja ada standard cara pejualan program delphi.... heheheheh Embarassed Laughing Laughing Laughing Cool


nah, studi kasus mulai muncul nih..Smile
hmm, soal harga jual memang slalu menjadi kontroversi dalam penentuan sebuah produk jasa. memang ga isa dipungkiri kl ternyata hasilnya seperti kasus diatas (sayapun pernah mengalami hal sama), dan solusi waktu itu adalah dengan memberikan layanan yang lebih (krn membayar lebih mahal). misal saja: layanan dalam bentuk fasilitas tentor, atau garansi dalam jangka lama. Yang penting pihak klien tidak merasa di rugikan dan pihak kita juga tidak terbebani dengan penambahan item2 yg ujung2nya "AKS" lagi.

mungkin ada tips-tips dari rekan-rekan..MONGGO MAS !!

Menyikapi dari kasus diatas, apabila dilihat secara macro memang perlu adanya "Asosiasi Pengembangan Software Indonesia", entah harus dimulai dari segi financial HPP (Harga Pokok Penjualan) atau HPPHC (Harga Pokok Penjualan Hak Cipta).
Ilustrasi saya, konsep yang pertama : dengan adanya HPP, otomatis standarisasi selisih harga tidak terpaut jauh. konsep yang kedua : dengan adanya HPPHC, selaku produsen utama dalam software akan mendapatkan loyalitas dalam kerja kerasnya, lalu apa keuntungan bagi produsen pengembang... bisa anda bayangkan sendiri khan !! Rolling Eyes
eksant - 05-09-2008 21:57
Post subject: Re: RE: Dilema Programmer
bagussb wrote:
yah... dengan berita mouth-to-mouth juga sudah bisa sedikit mengembangkan bisnis kita....


mouth-to-mouth Shocked , maksudnya (mulut ke mulut :ind red) saling ciuman gitu ya... hehehe Very Happy
opini yang menarik juga untuk penghematan dalam segi marketing dengan menerapkan keprofesionalan kinerja kita. sangat masuk akal sekali pak bagus !!


@simba... Crying or Very sad Crying or Very sad Crying or Very sad
opini yang sangat menarik sekali, aku sampe ga isa berkata-kata. pengalaman anda sudah top markotop.. SALUT aku, makanya aku perlu banyak berguru.

welcome to entrepreuner dech...
simba - 05-09-2008 22:32
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Dgn adanya dan semakin memasyarakatnya produk2 free software, menurut saya standarisasi harga software udah gak relevan lagi. Udah jelas, harga termurah adalah gratis. Very Happy Itulah uniknya, bisa jadi kekurangan sekaligus kelebihan, bisnis di bidang IT khususnya software. Bahkan dgn harga jual nol (alias gratis), si penjual tetep bisa dapat untung, bahkan kaya! Asik kan? Wink

Bisnis software merupakan gabungan dari bisnis jasa dan bisnis barang. Kita semua tau, dalam bisnis jasa, customer service adalah prioritas pertama. Sedang dalam bisnis barang, product quality adalah prioritas pertama. Harga bisa jadi prioritas selanjutnya. Dalam bisnis jasa, pengguna gak akan keberatan membayar (lebih) mahal jika customer service-nya bagus. Demikian juga dalam bisnis barang, pengguna gak akan keberatan membayar (lebih) mahal jika product quality-nya bagus.

Nah, dalam bisnis software, customer service dan product quality sama2 berada dalam prioritas pertama, idealnya. Ini krn bisnis bisnis software memiliki produk yg serupa barang tapi gak punya bentuk fisik. Disitulah kemudian ada demand terhadap customer service sekaligus product quality. Jika ada salah satu yg lebih diunggulkan dan yg lain kurang diunggulkan, maka penjual akan bermain di harga.

Yg bikin rusak pasaran bisnis software adalah para pebisnis software yg justru kurang memperhatikan customer service dan product quality, tapi menuntut harga yg mahal. Dgn alasan, IT itu mahal, SDM IT itu mahal, bikin software itu sulit, dlsb. Padahal, sebenarnya semua keahlian sama2 mahalnya dan sama2 berharganya. Mencari programmer yg canggih sama sulitnya dgn mencari marketter yg lihai. Pelaku2 bisnis software seperti inilah yg seharusnya intropeksi diri (kalo perlu ditindak) supaya gak mematikan pasar para pebisnis software lainnya. Sebab, dalam bisnis apapun, baik jasa maupun barang, pengguna (pasar/market) tetap jadi raja yg menentukan sukses tidaknya bisnis tsb. Smile Daripada merusak pasar, lebih baik mereka gak usah berbisnis, cukup jadi karyawan saja atau pindah pekerjaan. Razz Kalo masih tetep mau bisnis, maka berubahlah jadi pebisnis software yg baik. Smile
madi - 06-09-2008 12:03
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Quote:

Daripada merusak pasar, lebih baik mereka gak usah berbisnis, cukup jadi karyawan saja atau pindah pekerjaan. Razz Kalo masih tetep mau bisnis, maka berubahlah jadi pebisnis software yg baik. Smile


SETUJUUUUUUUUUUU......................Very Happy
betamax - 06-09-2008 14:55
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Gitu yah, tapi kalo memang begitu, aturan program itu bisa murah kadang di tinjau juga dari proses produksinya mungkin, ndak terfokus atau memihak salah satu vendor, ambil contoh perusahan Mikucluk dengan winblows nya. Mikucluk menjual software operating systemnya dengan harga yang reliabel, dan dapat di jangkau oleh pengguna umum.
bila di pandang dari sisi bisnis, mungkin saya lebih setuju bila tingkat kemahalan atau murahnya sebuah program dilihat dari proses produksi program itu sendiri. asumsinya apabila sebuah produk di produksi dengan proses mass production, maka harganya pasti akan menjadi murah. ibarat jual kacang goreng... tapi kalo program itu di buat untuk spesifik dengan kasus yang spesifik pula, ndak ada aturan yang menentukan mahal murahnya program tersebut kecuali proses produksinya, dan kegunaan dari program itu sendiri. Smile

sedikit curhat aja, daku pernah membuat sistem penjualan .. dulunya cuma point of sales. seiring keinginan si user di upgrade sampai dengan laporan keuangan integrated. bandingkan dengan program jaman sekarang, cari program inventory yang linked dengan accounting sistem banyaknya minta ampun, dan harganya pun ancur ancuran.... apa mo di kata ?

yup buat programer, tetep semangat lah berkreasi, percaya! teknologi ga terbatas sampai hari ini saja, pasti ada invoasi dan invensi baru yang akan selalu muncul, di situlah keunggulan orang orang "Teknis" btw pada pwasa ga neh.. aku dah batall... Razz
madi - 06-09-2008 15:55
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
hahaha...

Mahal mungkin bisa ditentukan dengan fitur dari program itu sendiri, ataupun seberapa banyak "saingan" yang berfitur sama atau mirip. Nah disinilah letak seorang Programmer (jika merangkap manager, sales dll) bermain...Very Happy layak tidak dia menjual harga yg dia inginkan, ini sisi lain yang kebanyakan para programmer tidak punyai..wakakaka...Selamat Berjuang !!!
simba - 07-09-2008 02:09
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
@betamax:
Emang ada ya, proses produksi massal di bidang software development? Razz Soalnya software itu bukan benda fisik seperti kacang goreng yg kalo bikinnya banyak bisa lebih murah. Very Happy Perasaan effort bikin software untuk satu orang atau seribu org, sulitnya sama aja. Begitu selesai satu, sisanya kan tinggal copy paste. CMIIW. Smile

Mungkin yg Anda maksud, software yg ditargetkan untuk pangsa yg besar atau pangsa yg khusus (sedikit). Tapi itu pun juga gak sepenuhnya benar. Buktinya ada software2 untuk pangsa khusus yg tersedia gratis. Intinya, selama ada software sejenis yg gratis atau murah, produsen software lain harus punya alasan yg bagus dan kuat untuk menjual software serupa dgn harga yg lebih mahal. Wink

Masa' ada org jual CMS yg fiturnya sama seperti Jomla (gratis), tapi minta harga puluhan juta. Setelah dilihat isinya, ternyata cuman modifikasi (baca: ganti tampilan) dari Jomla itu sendiri. Masih mending kalo support dan after sale-nya bagus, lah ini jelek banget. Razz Menurutku, daripada begitu, mending gak usah jualan software. Lebih baik buka kursusan atau pelatihan cara menggunakan dan memodifikasi Jomla. Bener ini, serius. Very Happy
alvonz - 07-09-2008 10:07
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
wah jadi rame juga nih opini... Laughing Laughing jadi kesimpulan yang saya dapet dari atas kayanya gak bisa men-standarisasikan harga jual software nihh....
R-One - 07-09-2008 11:42
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
thanks, sharing ni.
kalau saya sih, caranya lihat customer kira2 bisa repeat order nggak artinya yg kemungkinan dia memiliki beberapa cabang.
kalau misalnya itu perusahaan baru coba kenal dengan direktur-nya, lihat planning mereka itu bagaimana, apakah software kita bisa di-repeat order,
ambil saja dengan tetap 'AKS'.. is okelahhh..Very Happy (tentu saja biaya2 harus diperhitungkan.. jangan mahal2 lah)
kl ada sistem support ya, minta saja bayaran kl nggak ada ya jgn minta. Embarassed
sejauh ini saya masih jalani sendiri... (syukurnya pendapatan masih diatas tkg parkir yg disebut2...hahahha Very Happy )

itu aja sih, sharing dr saya..
DelphiExpert - 08-09-2008 09:52
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Konsumen Tanah Abang rata2 100.000 (kata TV) orang per hari...
Jika rata2 mereka datang berombongan ber-empat, artinya ada 25.000 kendaraan yg harus diparkir...

Jika 1 kendaraan dikenai Rp.1000 aja,
maka sehari tukang parkir Tanah Abang mampu mengantongi 25.000xRp.1000 = Rp. 25.000.000
pendapatan sebulan = 25.000.000x30 = 750.000.000

Itu kalo serebuan... lha kalo tarif berdasar waktu? yg rata2 paling-ngga' Rp.2000? Mr. Green

Kebetulan... yg pegang proyek parkiran Tanah Abang masih saudara sendiri... tinggal tidur - melek - pipis - makan - minum Mr. Green ini Fakta!
coolmib - 08-09-2008 15:02
Post subject: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Kesimpulannya... Bro DE mo pindah Profesi?? kekekeke....
Kadang faktor "Luck" lbh berperan sih. Contohnya ada yg ilmu
programmingnya pas-pasan, tapi karena bisa menyakinkan sebuah
perusahaan gede u/ pake program "kacangan"nya (Koneksi etc).
Jadi makmurlah dia dgn maintenance yg "Wah" juga.
Ini salah satu kenyataan yg saya lihat sendiri waktu masih di Batam.
eksant - 08-09-2008 15:04
Post subject: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
DelphiExpert wrote:
Konsumen Tanah Abang rata2 100.000 (kata TV) orang per hari...
Jika rata2 mereka datang berombongan ber-empat, artinya ada 25.000 kendaraan yg harus diparkir...

Jika 1 kendaraan dikenai Rp.1000 aja,
maka sehari tukang parkir Tanah Abang mampu mengantongi 25.000xRp.1000 = Rp. 25.000.000
pendapatan sebulan = 25.000.000x30 = 750.000.000

Itu kalo serebuan... lha kalo tarif berdasar waktu? yg rata2 paling-ngga' Rp.2000? Mr. Green

Kebetulan... yg pegang proyek parkiran Tanah Abang masih saudara sendiri... tinggal tidur - melek - pipis - makan - minum Mr. Green ini Fakta!


wakakaka... fakta dari mana tuh, gaji tukang parkir yang melebihi gaji presiden (http://www.tempointeraktif.com/hg/nasional/2005/11/30/brk,20051130-69922,id.html), sudahlah..bicara yang realistis aja dech Very Happy
madi - 08-09-2008 15:17
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Quote:

Kadang faktor "Luck" lbh berperan sih. Contohnya ada yg ilmu
programmingnya pas-pasan, tapi karena bisa menyakinkan sebuah
perusahaan gede u/ pake program "kacangan"nya (Koneksi etc).
Jadi makmurlah dia dgn maintenance yg "Wah" juga.


itulah keahilannya "mengkacangi orang" wakakakaka
madi - 08-09-2008 15:20
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Quote:

Konsumen Tanah Abang rata2 100.000 (kata TV) orang per hari...
Jika rata2 mereka datang berombongan ber-empat, artinya ada 25.000 kendaraan yg harus diparkir...

Jika 1 kendaraan dikenai Rp.1000 aja,
maka sehari tukang parkir Tanah Abang mampu mengantongi 25.000xRp.1000 = Rp. 25.000.000
pendapatan sebulan = 25.000.000x30 = 750.000.000

Itu kalo serebuan... lha kalo tarif berdasar waktu? yg rata2 paling-ngga' Rp.2000? Mr. Green

Kebetulan... yg pegang proyek parkiran Tanah Abang masih saudara sendiri... tinggal tidur - melek - pipis - makan - minum Mr. Green ini Fakta!


tapi inget kang, Tukang parkir kaga ada ROLATINYEE...WAKAKAKAKaaaa
madi - 08-09-2008 15:21
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
REVISI Very Happy
ROYALTI
deLogic - 08-09-2008 15:27
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
OOT:
omzet pengemis di bulan Puasa dan Lebaran sangat menjanjikan, mungkin cocok untuk dijadikan profesi sambilan.. Razz
itu kalo hati nurani udah kadung gak karuan kemana sih, kalo masih ada sih ya silahkan cari yang lain... Very Happy
ichan29 - 08-09-2008 15:27
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
madi wrote:
Quote:

Kadang faktor "Luck" lbh berperan sih. Contohnya ada yg ilmu
programmingnya pas-pasan, tapi karena bisa menyakinkan sebuah
perusahaan gede u/ pake program "kacangan"nya (Koneksi etc).
Jadi makmurlah dia dgn maintenance yg "Wah" juga.


itulah keahilannya "mengkacangi orang" wakakakaka
ikut nimbrung utk masalah poin ini, "Kadang menilai org lain paling gampang dibanding mengkoreksi atas diri qta pribadi", maaf aq tulis lg potongan yg pernah ditulis disini:
Code:
begin
Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain.
Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.
end.

madi - 08-09-2008 15:51
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Quote:

ikut nimbrung utk masalah poin ini, "Kadang menilai org lain paling gampang dibanding mengkoreksi atas diri qta pribadi", maaf aq tulis lg potongan yg pernah ditulis disini:
Code:
begin
Jangan rusak nilai kita dengan membandingkannya dengan nilai orang lain.
Perbedaan yang ada diciptakan untuk membuat masing-masing diri kita special.
end.


hahaha....Nyaata jelas dari quote pertama, "tapi karena bisa menyakinkan sebuah
perusahaan gede u/ pake program "kacangan"nya (Koneksi etc).
Jadi makmurlah dia dgn maintenance yg "Wah" juga. ".

jadi kukira tepat saja klo mang keahliannya ya mengkacangi orang lain.

Kukira aku gak merusak diriku sendiri dengan membandingkan nilai orang lain. Justru sebaliknya aq pgn bkn krn fasilitas koneksi atau keahlian melobi trus bisa dpt job atau laku program wakakakakaa..., walaupun tau atau tidak ada orang lain yang sengaja atau tidak menggunakan koneksi atau lobinya tuk dpt job..wuiwuwiwuiwuiwuiwuwiiiii
ichan29 - 08-09-2008 16:10
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
pembahasan yg diatas enak dibaca, karena itu adalah ilmu.. apalg sekarang bulan puasa.. apa ngga lebih baik membahas yg tdk berhubungan dg ato apa yg setdknya tdk mencerminkan bahwa kita lebih baik dari mereka, justru dg kata seperti itu sudah mencerminkan kata yg tdk bijaksana.

kembali ke tema pembahasan masalah Management diatas, sy membaca dari tulisan "Mario Teguh (Bussiness Efectiveness Consultant)", dia menulis [sebagian aja karena terlalu panjang klo sy tulis disini]:
Code:

Kita menilai diri dari apa yg kita pikir bisa kita lakukan, padahal orang lain menilai kita dari apa yang sudah kita lakukan.
Untuk itu apabila anda berpikir bisa, segeralah lakukan

BUkan pertumbuhan yg lambat yg harus anda takuti. Akan tetapi anda harus
lebih takut untuk tidak tumbuh sama sekali. maka tumbuhkanlah diri anda dg kecepatan apapun

Jika anda sedang benar, jangan terlalu berani dan bila anda sedang takut, jangan terlalu takut. Karena keseimbangan sikap adalah penentu ketepatan perjalanan kesuksesan anda

Tugas kita bukanlah untuk berhasil. Tugas kita adalah untuk mencoba,
karena didalam mencoba itulah kita menemukan dan belajar membangun kesempatan untuk berhasil.

Anda hanya dekat dg mereka yg anda sukai. Dan seringkali anda menghindari
orang yg tdk tdk anda sukai, padahal dari dialah anda akan mengenal sudut pandang yg baru.

madi - 08-09-2008 16:17
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
@ichan29
terserah orang lain mau post apa bro, asal rulesnya tdk melanggar forum ini.
klo mo bahas ETIKA sebaiknya kmu buat thread lagi ttg etika bro...xixixixixxi....
betamax - 08-09-2008 17:10
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
@simba
Quote:

@betamax:
Emang ada ya, proses produksi massal di bidang software development? Razz Soalnya software itu bukan benda fisik seperti kacang goreng yg kalo bikinnya banyak bisa lebih murah. Very Happy Perasaan effort bikin software untuk satu orang atau seribu org, sulitnya sama aja. Begitu selesai satu, sisanya kan tinggal copy paste. CMIIW. Smile


yup, anda benar, bukan mass production dalam arti "create" nya.. tapi lebih di lihat dari sisi jumlah user yg memakai program sejenis.... Copy dan Paste.. kalo udah budaya susah mas..
self experience..
pernah create sistem untuk kospin. pertama cabang di kota A saja. ada 1 kantor utama dan 2 kantor kas. waktu presentasi harga deal taruh kata 25 juta lah..., begitu sudah sampai tahap MOU, di revisi sama pimpinan koperasinya, kata dia :

Pimpinan Koperasi : Mas, harga segitu sudah ndak bisa di tawar lagi ? ada diskon buat kami ndak ?
Saya : waduh pak, itu sudah standart pak. murahhhhhhh, koomplitt.. lengkap Pluz Pelatihan, plus, plus de el el kalo mau TTD MOU nya bisa di hotel XXX deh... (Marketing Mode ON)
Pimpinan Koperasi : oh, begitu yah.. maksut saya masalahnya kedepanya program ini akan kami terapkan ke semua cabang kami se indonesia.
Saya : oh yah (Insting bisnis reflek ON) ..?? ada berapa client pak ? kalo begitu pasti kami diskon pak....
Pimpinan Koperasi : kami ada 27 cabang di kebupaten kota se indonesia..
Saya : Mau di buat online semua pak ?
Pimpinan Koperasi : yah, online tapi khusus untuk laporan ke saya, sementara laporan umum dan transaksinya di buat individual saja per cabang. kepala cabang juga tahunya tetep stand alone per cabang, kalo ada transaksi antar cabang, masuknya kepada laporan konsolidasi antar cabang aja. jangan real time yah (kebiasaan Aneh Manager Indonesia, kalo tidak laporan keuangan ganda, bikin VNC Ala Dia Sendiri)
Saya : Siap pak, diskonya 50% dari harga penawaran.. bagaimana bisa malam ini MOU ?
Pimpinan Koperasi : jangan segitu mas, buat aja diskonya 20% tapi anda tetap kami potong 50%, yang 30% buat temen temen dan kesejahterahan pegawai yah..
Saya : Siap pak.. bisa ttd mou kapan ?
Pimpinan Koperasi : malam nanti bisa, saya tunggu di hotel ....... yah.. kamar .......

Selanjutnya monggo silahkan berimajinasi..
yup.. hanya contoh aja kenapa harga program bisa sampai turun..

Quote:

Masih mending kalo support dan after sale-nya bagus, lah ini jelek banget. Razz Menurutku, daripada begitu, mending gak usah jualan software. Lebih baik buka kursusan atau pelatihan cara menggunakan dan memodifikasi Jomla. Bener ini, serius. Very Happy


huaakakaka... Asli setuju.. slash me pernah juga kena sama CMS, mamboo. apa lagi yang udah punya skin. weks.. asli copy paste.. ada usulan untuk menindak yang beginian n?

@DE
Intermezo
Weks. tukang parkit 750 juta tuh masih di bagi kalee.. ada 500 anggota... di bagi jadi 3 shift, pagi siang malam.. Razz
menurut isu dan desas desus, pemasukan di bagi 2 loh, ada yang ke preman setempat ada yang ke pemkot.
belum di potong buat ngamplopin Bawasda / KPK kalo meriksa laporan keuangan.
belum di potong buat SPJ in penerimaan rekap parkir..
belum lagi kalo kejaksaan ngutik ngutik....
Piss... Smile)
coolmib - 08-09-2008 17:32
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
Ok... karena saya yg memulai quote masalah "kacangan", saya kasih sedikit
gambaran kenapa saya sampe menilai begitu, Karena kebetulan waktu itu. Kami
"Hampir" ditunjuk jadi penerus / penganti dari project tsb. Program yg dibuat
sekilas saya ada capture screen shootnya. Tampilannya (tombol2 command button gitulah)
letaknya berantakan dan gak proportional (gede, kecil, tulisan dan icon gbr juga terkesan
asal jadi). Form-form Inputan juga gak ada yg istimewa, seperti design input form master.
Istilah Kasarnya kalo saya bikin pake wizard msaccess hasilnya masih jauh lbh bagus/manis.
di sisi back-end (ini lbh mengerikan lagi). Pake ms SQL, cuman org end usernya
diajarin cara mendelete , edit , lsg dari sql Manager !!! seolah2 mengedit excel.
Proyek tsb tdk jadi pindah tgn karena cengkraman dari org2 lama masih kuat di sana.
Org tsb juga membuat Proposal yg jika dibaca oleh org non teknis, seolah2 sangat rumit
sekali. Padahal inti dari Proposal tsb (Jika diimplementasikan) hanya penambahan 2 field,
dan modifikasi report u/ menampilkan 2 field tsb. dan u/ ini mereka mencharge...jika di rupiahkan
sekitar 150jt ++.
Sorry gak ada maksud apa2 dari sharing ini. Hanya saja masih jadi tanda tanya besar
dgn budget segede gitu hrsnya bisa dipake u/ bayarin programmer lain u/ benahin
setidak2nya buat mengurangin dosa karena sdh membodohin perusahaan tsb.
madi - 08-09-2008 17:45
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
@coolmib
wakakaka....
itulah kelebihan dia dalam melobi/koneksi

tetapi tentu saja spt itu bukanklah hal yang tdk lumrah. Menurutku terserah program dia mo dipredikati "kacangan" sekalipun, nyatanya toh dia mampu menjual 150 juta.. Shocked (Gile bener !!!!)

yang terbaik, tidak mencontoh yang tidak profesional.

Tetep semangat Berkarya yang terbaik !!!!! Very Happy
betamax - 08-09-2008 18:45
Post subject: http://delphi-id.org/dpr/Forum-viewtopic-p-39426.pas#39426
Mengkomentari
http://delphi-id.org/dpr/Forum-viewtopi ... .pas#39426

Ditinjau dari sisi teknis si "progarmer" juga jikalau "skill" nya seperti
di http://pk.datacrux.org/module.php?modul ... ;page_id=5
kira kira.. :
1. buat program di hargain berapa yah ?
2. trus di gaji berapa yah sama kantornya?
3. Gelar Beliau S.E loh Ga S.Kom (Hiks..... Hiks... Hiks...)

Ampun..
betamax - 08-09-2008 19:01
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
trus milih mana neh ? programer, marketer, apa tukang parker ?? Smile Smile Smile
madi - 08-09-2008 19:19
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
@betamax

"Cintailah Perkerjaanmu" Kata Bill Gates...Very Happy
madi - 08-09-2008 19:24
Post subject: RE: http://delphi-id.org/dpr/Forum-viewtopic-p-39426.pas#394
@betamax

waduh kang, duit kantor habis kale buat nggaji...wakakakakakaa....
yayaretina - 09-09-2008 08:37
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
hehehee...
diriku selama ini masih tetep nganalisa dan ngedesign..
nggak turut campur urusan duit.. so gak ada cerita yang "kacang, parking, coder".
klo urusan milih yg mana, @betamax bilang..
yg pasti gak bakal milih tukang parkir... mending gaji pas-pasan daripada alih profesi jadi tukang parkir yg konon gajinya ratusan juta.. Mr. Green
deLogic - 09-09-2008 09:02
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
gimana kalo tukang parkir dunia maya ato satpam dunia maya, rasa2nya cukup bergengsi.. hayo..... Razz

@betamax:
mo tahu gaji si PK ?
tanya aja lah sama yang bersangkutan, susah2 amat sih... hehehe Very Happy
yayaretina - 09-09-2008 09:59
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
hehehe...
tukang parkir dunia maya.. kerjaannya ngapain ajah tuh..
ehmm... ngatur heap kali... Very Happy
DelphiExpert - 09-09-2008 10:19
Post subject: Re: http://delphi-id.org/dpr/Forum-viewtopic-p-39426.pas#394
betamax wrote:
Mengkomentari
http://delphi-id.org/dpr/Forum-viewtopi ... .pas#39426

Lu bikin circular linked list ya Mr. Green

betamax wrote:
Ditinjau dari sisi teknis si "progarmer" juga jikalau "skill" nya seperti
di http://pk.datacrux.org/module.php?modul ... ;page_id=5

Wow... sekilas CV-nya sangat dahsyat, boom-bas-tist... super-duper ruwet dan wah...
Kalau dicermati intinya ngga' jauh2 amat: Socket Programming, Multithreading, Standard Messaging & Administrasi beberapa OS.

Expert in ATM programming? tentu, lha wong emang tuntutan pekerjaan sehari2 Mr. Green Seseorang kalau dalam keadaan harus pasti akan jadi expert Laughing

Saya juga pernah ngobrol, diskusi sesuatu ama beliau, Petrus? Awal2nya gue pikir si pembunuh bayaran xixix Mr. Green

Kapan2 daku pajang CV juga ah... spread... spread... Mr. Green (mode: ikutan atau ngiri?) biar mas @betamax juga ngomong: Ampun.. hihihi
deLogic - 09-09-2008 10:30
Post subject: RE: Re: http://delphi-id.org/dpr/Forum-viewtopic-p-39426.pas
@yayaretina:
tukang parkir dunia maya kayaknya banyak deh... dalam skala makro bisa aja kerjanya markirin domain, nge-bagi alamat IPv4 yang udah mo ko-it, sekarang si tukang parkirnya lagi kursus nge-bagi IPv6

Dalam skala mikro, bisa aja kerjanya bikin memory manager, file-system-kernel, dsb , dsb.... sakkarepmu wis... Very Happy

@DE:
setuju bro, itu sih karena lingkup pekerjaan dia aja yg kebetulan berbeda lingkungan dengan kita punya, coba deh, si PK disuruh liat CV nya dikau (@DE), liatin tuh MultiMedia / Graphic project dikau atau Insight Report dikala yg lain (Fast/FreeReport) belum ada misalnya, pasti nyengir-nyengir juga, dalam hati berkata: "gile nih orang..." Very Happy

Apalagi kalo project Java2Pascal/Delphi converter nya jadi tuh... wah tambah mabok tuh orang.. Razz

ah apa kabar CV gw ya... tau ah ntar kalo lagi butuh di bikin lagi ah.. Very Happy
DelphiExpert - 09-09-2008 10:34
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programmer
yayaretina wrote:
... yg pasti gak bakal milih tukang parkir... mending gaji pas-pasan daripada alih profesi jadi tukang parkir yg konon gajinya ratusan juta.. Mr. Green

Ya jangan lah Shocked Tukang parkir (dlm arti sesungguhnya) cukup sebagai ujung tombak pegawai kita aja-lah... Tukang parkir = pengelola atau pemilik lahan parkir lah ... Mr. Green

yayaretina wrote:
... mending gaji pas-pasan daripada alih profesi jadi tukang parkir yg konon gajinya ratusan juta.. Mr. Green

Ilmu kejawen... mending ngga' makan daripada ngga' kumpul Mr. Green

--------*
Tapi bener-bener bener lho... masih banyak rekan2 kita yg pendapatannya (gaji) < 2jt / bulan ... ngga' jauh beda ama tukang parkir beneran Mr. Green

Artinya: Kalau ngga' pinter2 menata & membawa diri dalam lingkungan pekerjaan kita... ( persaingan normal ) sebagai orang IT tentunya akan merugi kalau pendapatan akhir ngga' jauh beda atau malah lebih sedikit dari tukang parkir...

mending jadi (...), ngga' memerlukan ilmu yg tinggi, tentunya ngga' perlu kuliah... asal ngga' bisu & buta aja... tinggal teriak: terus.... terus... teruss... hoooop.... jangan di hand-rem ya pak Mr. Green

Udah ah becandanya... kalau ngga' percaya betama amazingnya pendapatan tukang parkir silahkan survey, buat perkiraan nominal & silahkan hitung sendiri hehehe...

Lagi lagi... udah ah becandanya...
yayaretina - 09-09-2008 11:11
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programme
hahahhahahhahaha...

@DE
konteks di sini adalah saya mas... saya.. dan lagi lagi saya pribadi..
yang rasa2nya gak cocok jadi tukang parkir.
Quote:

ngga' memerlukan ilmu yg tinggi, tentunya ngga' perlu kuliah... asal ngga' bisu & buta aja... tinggal teriak: terus.... terus... teruss... hoooop.... jangan di hand-rem ya pak

lha ini, selain saya gak bisa teruuss.. terussss.. darrrrrr.. hoooopppp... [dah nabrak baru di stop]
saya gak ahli dan memenuhi kriteria mutlak di atas. bukan memandang sebelah mata profesi tersebut.
saya percaya mas klo penghasilan tukang parkir mungkin "lebih besar" dari penghasilan saya.
survey sudah terbukti... Mr. Green
ada sedikit cerita.. saya belanja di 3 warung dan habisnya cuma Rp. 1600. tapi untuk parkir udah habis Rp. 3.000. Very Happy hehehehe...
simba - 09-09-2008 14:25
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Programme
Aduh... teman2 ini canggih2 ya? Jadi minder nih, kayaknya aku paling cupu di sini. *menjura hormat pada ld, DE, dL, bm, yr, dlsb, dst, para jawara programming di delphi-id* Smile
DelphiExpert - 09-09-2008 14:59
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema Progr
simba wrote:
Aduh... teman2 ini canggih2 ya? Jadi minder nih, kayaknya aku paling cupu di sini. *menjura hormat pada ld, DE, dL, bm, yr, dlsb, dst, para jawara programming di delphi-id* Smile


menjungkir kumis... maksude opo kui... wakaka...
deLogic - 09-09-2008 15:06
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema P
hidup @simba... ilmu padi-nye keluar nih ye..... atau... nyindir nih.... hehehehe.. Very Happy
simba - 09-09-2008 15:17
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema P
@deLogic:
Kalian pada pamer ilmu sih, aku kan jadi pengen juga. Tapi setelah liat CV sendiri, lah kok malu2-in, kecrek2 gitu. Kalo dipajang bisa ditertawakan temen2 ntar nih. Ya gak jadi deh. Mending gaya low profile, buat alibi aja krn aslinya memang low product. Very Happy Tapi, ati2 sama ilmu padi loh, ntar kena jurus Super (le)Toy malah berabe. Dulu sempat cita2 pengen jadi petani atau pekebun, dgn tanah ribuan hektar, hidup tenang di lereng gunung, sekalian jadi astronomer partikelir nan amatir sama ngajar ngaji anak2, eh... ndilalah kok malah nyasar ke IT. Ya dijalani aja. Mudah2-an cita2 itu bisa tercapai suatu saat nanti. Smile Eh, lah kok malah OOT. Laughing
herux - 09-09-2008 15:22
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema P
Pada ngomong apa sih nih ??
alvonz - 09-09-2008 16:01
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema P
wahhhh jadi nyampur sana sini euyy...waduh CV nya pasti panjang2 kayany sy harus banyak belajar nihh.... Crying or Very sad Crying or Very sad Crying or Very sad Crying or Very sad
gust4m4n - 09-09-2008 16:02
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dilema P
mo ikutan, tapi post dah banyak, panjang2 lagi. males bacanya. idem aja gw.
DelphiExpert - 09-09-2008 16:11
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Dile
gust4m4n wrote:
mo ikutan, tapi post dah banyak, panjang2 lagi. males bacanya. idem aja gw.

idem yg mana gust? idem yg ini apa yg itu? yang tukang apa yg padi? Mr. Green
gust4m4n - 09-09-2008 16:13
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE:
idem yg ada hubungannya sama duit, cewek cakep, etc. Mr. Green
deLogic - 09-09-2008 16:16
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE:
@Gustaman:
ye.. yang cewek cakep belom ada gus, mulai dari dikau aja deh.... Razz

wah thread ini makin lama kok makin kemana-mana ya...
DelphiExpert - 09-09-2008 16:43
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re:
deLogic wrote:
@Gustaman:
ye.. yang cewek cakep belom ada gus, mulai dari dikau aja deh.... Razz

wah thread ini makin lama kok makin kemana-mana ya...

Yaah... namanya juga thread Dilema Programmer... kadang serong kiri kadang serong kanan Laughing
eksant - 10-09-2008 04:02
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re:
gust4m4n wrote:
idem yg ada hubungannya sama duit, cewek cakep, etc. Mr. Green


nah, itu dia.. gus
obat penawar dilema programmer, kl dah menthok ya ujung-ujungnya liat duit dan liat cewek cakep. palagi kl ada pegawai cakep..hihihi.

ada solusi lain buat ngatasi dilema..?
eksant - 10-09-2008 04:08
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE:
Terkadang kita untuk menyelesaikan suatu masalah yang terjadi pada pekerjaan harus terbentur dengan nilai etis dari profesi kita sendiri yang membuat kita menghadapi suatu dilema, disatu sisi kita mau pekerjaan kita cepat selesai sedangkan dilain sisi kita harus mempertimbangkan nilai etis tersebut dalam menyelesaikannya. Anda bisa saja "kejam" untuk dapat segera menyelesaikannya atau anda bisa menggunakan "perasaan" untuk mencari solusi yang terbaik. Semuanya tergantung anda untuk memilih mana yang terbaik untuk anda.

diambil dari http://ezine.echo.or.id/ezine13/echo13-05.txt.. yah cuman bisanya copy paste
madi - 10-09-2008 12:40
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE:
Shocked
betamax - 10-09-2008 15:29
Post subject: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re:
DelphiExpert wrote:
deLogic wrote:
@Gustaman:
ye.. yang cewek cakep belom ada gus, mulai dari dikau aja deh.... Razz

wah thread ini makin lama kok makin kemana-mana ya...

Yaah... namanya juga thread Dilema Programmer... kadang serong kiri kadang serong kanan Laughing


ga maju mundur dong ? kadang gerakan maju mundur dan konstan sedikit di perlukan untuk memecahkan algorithma tertentu .... piss
Joseph - 24-09-2008 17:03
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE:
masalahnya mencari tim yang @simba katakan itu tidak lah mudah
Joseph - 24-09-2008 17:05
Post subject: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE: Re: RE:
sekali-kali boleh dong kita sesama anggota forum bekerja sama membangun tim yang kuat, baik marketing, programmernya, dll, biar sama2 untung
jsoft07 - 23-10-2008 15:19
Post subject: Re: 20x
Cari duit dengan jadi programmer SOLO (alias ONE MAN SHOW), bisa bikin kepala botak. Gimana nggak,
1. KLIEN mencak2 kalo aplikasi yang di deliver nggak sesuai spesifikasi.
Eh, ternyata, spesifikasi yang dimaksud, masih belum dikaji.
Repot dah.
2. KLIEN mencak2 kalo aplikasi sering bikin error. Dan validasi kurang
disana-sini. Eh, ternyata, dia nego harga aplikasi-nya sampe cuman 1jt.
Bayangin coba. Very Happy
3. PROGRAMMER musti berlaku sebagai DBA, Developer, Technical Support,
Driver (mondar-mandir dari tempat kerja ke tempat klien), dan terima
semprot dari KLIEN.

Bagi programmer yang nggak siap skill dan mental, bisa drop dan nyesel.
He..he.h.e...

Skrg aja aku mau cari suatu bentuk konsep aplikasi database yang plugin based aja susah. Very Happy

Terlebih load di tempat kerja-ku yg skrg. Pulang sampe jam 9 malem segala. Very Happy

Thx for allowing me share this info.

Matur nuwun...
madi - 23-10-2008 15:27
Post subject: RE: Re: 20x
ternyata memang benar....
Penyesalan itu ada di akhir kisah... Laughing
ap - 27-10-2008 12:14
Post subject: RE: Re: 20x
@madi
pengalaman pribadi ente yah ? he he he ...

Dilema salah satu programmer...
Mr X : "Mas MrJago help nih mas, bos ngga mau ngerti, bos maunya jadi tanpa mau keluar biaya lagi, gimana ini ? ada aplikasi yang belum bisa saya ketahui source codenya, jadi saya mau bikin program begini xyz xyz xyz "
MrJago : "Gampang itu mah, semua bisa kalo sama gw, tapi kalo source code itu harganya mahal, ntar coba gw cari sambil begadang"

keesokan harinya
MrJago : "Dah jadi nih, mana Transferannya ???" (Sambil menunjukkan muka pengen alias mupeng)
Mr X : "Belom Gajian... Utang dulu yak, wkwkwkw " (Tertawa sambil menunjukkan rasa ingin dikasihani)
MrJago : Emang Bawang pake di utang ? wkwkwkwk

Note :
Mr X = Anggota Forum delphi-id yang masih newbe
MrJago = Anggota Forum Delphi-id yang sudah pasti dikenal semua orang disini, udah dedengkot soalnya.

Rahasia yah, jangan tanya siapa, cuma kasih tau doang.
madi - 27-10-2008 13:43
Post subject: RE: Re: 20x
@ap
aku cuman ngomentarsi @jsoft07

wah, klo buwat aq mah kenapa harus menyesali, udah resiko. ya harus ditanggung mo gak mo.
klo gak mo ya brenti aja jadi programmer... Laughing
n3o_cybertech - 27-10-2008 13:47
Post subject: RE: Re: 20x
Quote:

3. PROGRAMMER musti berlaku sebagai DBA, Developer, Technical Support,
Driver (mondar-mandir dari tempat kerja ke tempat klien), dan terima
semprot dari KLIEN.

Programmer = Kuli ???
yayaretina - 27-10-2008 14:57
Post subject: Re: RE: Re: 20x
n3o_cybertech wrote:

Programmer = Kuli ???


gak sebegitunya kalee. Mr. Green

Quote:
Cari duit dengan jadi programmer SOLO (alias ONE MAN SHOW), bisa bikin kepala botak. Gimana nggak,
1. KLIEN mencak2 kalo aplikasi yang di deliver nggak sesuai spesifikasi.
Eh, ternyata, spesifikasi yang dimaksud, masih belum dikaji.
Repot dah.
2. KLIEN mencak2 kalo aplikasi sering bikin error. Dan validasi kurang
disana-sini. Eh, ternyata, dia nego harga aplikasi-nya sampe cuman 1jt.
Bayangin coba. Very Happy
3. PROGRAMMER musti berlaku sebagai DBA, Developer, Technical Support,
Driver (mondar-mandir dari tempat kerja ke tempat klien), dan terima
semprot dari KLIEN.

Terlebih load di tempat kerja-ku yg skrg. Pulang sampe jam 9 malem segala.


ya derita lu klo dibikin puyeng... Laughing
hak.. hak..hak...

pokoknya gak terima.. klo programmer dibilang kuli..
programmer is the best.. hehehehe
n3o_cybertech - 27-10-2008 15:22
Post subject: Re: RE: Re: 20x
yayaretina wrote:
n3o_cybertech wrote:

Programmer = Kuli ???


gak sebegitunya kalee. Mr. Green

Quote:
Cari duit dengan jadi programmer SOLO (alias ONE MAN SHOW), bisa bikin kepala botak. Gimana nggak,
1. KLIEN mencak2 kalo aplikasi yang di deliver nggak sesuai spesifikasi.
Eh, ternyata, spesifikasi yang dimaksud, masih belum dikaji.
Repot dah.
2. KLIEN mencak2 kalo aplikasi sering bikin error. Dan validasi kurang
disana-sini. Eh, ternyata, dia nego harga aplikasi-nya sampe cuman 1jt.
Bayangin coba. Very Happy
3. PROGRAMMER musti berlaku sebagai DBA, Developer, Technical Support,
Driver (mondar-mandir dari tempat kerja ke tempat klien), dan terima
semprot dari KLIEN.

Terlebih load di tempat kerja-ku yg skrg. Pulang sampe jam 9 malem segala.


ya derita lu klo dibikin puyeng... Laughing
hak.. hak..hak...

pokoknya gak terima.. klo programmer dibilang kuli..
programmer is the best.. hehehehe


ampuuun suhu...wakakakak...programmer itu emang bukan kuli tapi tukang ketik...bedanya ma tukang ketik biasa, programmer tanpa diberi bahan ketikanpun mampu mengetik sesuai dengan yang diinginkan bos / customer...hebatnya lagi hasilnya bukan dokumen hasil ketikan si programmer tapi report yang sangat berguna informasinya dan aplikasi yang membantu customer...wuiiih hebat ya programmer itu, klo gitu programmer tukang sulap ya???inputnya ngetik tulisan kq keluarnya beda ??? Mr. Green
DelphiExpert - 27-10-2008 18:29
Post subject: RE: Re: RE: Re: 20x
inputnya tulisan outputnya binary Mr. Green watta...
simple_code - 27-10-2008 18:32
Post subject:
seru juga ni ...
pernah terbayang ga bagi anda sekalian kalo programer itu kutukan..??
ini cuma opini aku aja siy....
seperti yang mbah DE sampaikan : mending jadi tukan parkir.... --> kalo di ambil intinya, bahwa kerja ga susah-susah, ga perlu sekolah, ga perlu ilmu tinggi tapi tetep ada [sebagian] yang gajinya lebih gede dari programer. ga usah munafik dech....
trus ada lagi yang menyampaikan, ingin jadi petani di lereng gunung, trus ngajar anak anak ngaji... (meski belum kesampaian, tetep aja si"dia" berharap satu saat nanti bisa jadi seperti itu)

sekarang mari kita liat : jika jadi tukang parkir maupun jadi petani:
Bangun pagi, (kadang ga sarapan) langsung pergi ke tempat kerja. Sekitar jam 9-11 (di kampungku) istri pak tani datang ke tempat kerja pak tani sambil bawain nasi plus lauk pauk dan sayurnya... Betapa nikmat Menyantap masakan istri di sawah, sambil di temani istri tercinta.... (jadi iri). Selesai makan, sambil duduk di pematang, ada rokok terselip di mulut... bul...bull... Kepulan asap keluar dari mulut.. Luar bisa nikmatnya. Jam 11 udah bisa menikmati hidup ini... Jam 12 pulang, badan cape' bisa langsung bobo siang. Sore nya kesawah lagi bersama hewan piaraan. Malemnya, ngajar anak-anak ngaji...
Nah, kalo jadi programmer..????
Di kejar deathline, istri datang bawain makan siang, eh.... malah di omelin
cape badan, cape pikiran. bisa bisa jadi impo**n
wakakakakaaaaa

sekian dulu deh

programmer = "kutukan"
setuju ga setuju terserah pembaca

silahkan menjalani "kutukan" ini dengan ikhlas...
deLogic - 27-10-2008 19:58
Post subject:
yah... kadang beberapa golongan manusia berpikir bahwa 'rumput tetangga tampak lebih hijau dan istri tetangga tampak lebih menarik..' Razz eits yang terakhir jangan dipikirkan.... Very Happy

Kata iklan sih... "enjoy aja" Very Happy
madi - 27-10-2008 20:59
Post subject:
simple_code wrote:

programmer = "kutukan"
setuju ga setuju terserah pembaca

silahkan menjalani "kutukan" ini dengan ikhlas...


[pas]
begin
Progammer Kutukan := False;
Programmer hanya salah satu profesi := True;
end;
[/pas]
simba - 27-10-2008 22:08
Post subject:
Hahahaha... masih idup aja nih thread. Very Happy Pada intinya, semua kembali pada pilihan. And that's life is all about: choose your destiny! Wink

Well, saya nyoba mengimbangi opini bahwa profesi programmer lebih berat, lebih bikin stress, lebih sulit, dlsb, sementara requirement untuk bisa jadi programmer. Padahal, "hasil" akhirnya gak jauh beda dgn profesi lain yg nampak kurang "terhormat" seperti petani atau bahkan tukang parkir. Bahkan sampe menganggap programmer sbg kutukan, anehnya banyak yg suka dikutuk jadi programmer. Sepakat sama deLogic, rumput tetangga biasanya tampak lebih hijau. Apalagi "rumput" tetangga, biasanya tampak lebih seksi! Laughing

Pernah kepikir gak sih, bahwa programmer itu profesi yg bisa jadi berperan besar -walaupun kebanyakan berada di belakang layar- dalam mengubah sistem, baik itu dalam lingkup kecil hingga lingkup besar. Lingkup kecil mungkin bisa sebuah perusahan, sebuah toko, dlsb, atau hingga lingkup besar seperti kota, atau bahkan negara. Wink

Okelah, jadi tukang parkir atau petani lebih nyaman dan tenang dalam lingkup pribadi. Tapi kalo dipikir lebih jauh, apa sih kontribusi seorang tukang parkir atau petani pada orang lain (dalam jumlah besar)? Bagaimana jika dibandingkan kontribusi seorang programmer apalagi sampe level software engineering and analyst yg mampu membuat, merancang dan membangun sebuah sistem aplikasi yg bisa jadi mampu mengatur sebuah perusahaan scr invisible? Atau bahkan mengatur negara? Wink

Monggo dipikirkan lagi. Mudah2-an bisa jadi motivasi tambahan buat org2 yg "terkutuk" ini. Very Happy
simple_code - 27-10-2008 22:59
Post subject:
@simba :
itu dikau melihat dari sebuah sudut pandang, dikau ga melihat secara macro. jangan remehkan petani, palagi sampai "membawa" seberapa besar kontribusinya terhadap sebuah negara. jangan sombong hanya gara-gara bisa membuat sebuah sistem terstruktur...

sungguh terlalu "tidak bijaksana" jika seorang programmer menyatakan hal ini.
ga usah munafik dech... meski aku juga bergelut di bidang IT (dan ga se jago anda), juga sadar, dan harus sadar akan nasib temen-temen yang "kurang beruntung" menjadi seekor sapi perah perusahaan.

hayo tunjuk jari yang masih jadi sapi perah perusahaan..???

OOT ga siy...??? Mr. Green

Bener-bener dilema jadi programmer....
yayaretina - 28-10-2008 08:57
Post subject:
hak..hak..hak..
apa pada kurang sih gajinya, kok ngatain programmer itu suatu kutukan.
programmer kok kutukan.. dasar katrok..
gw gak setuju...
programmer adalah suatu pekerjaan..

hanya orang yg teraniaya yang mengatakan pekerjaan adalah kutukan..

he he he he he...
n3o_cybertech - 28-10-2008 09:17
Post subject:
Quote:

hanya orang yg teraniaya yang mengatakan pekerjaan adalah kutukan..


oooh...that's right...tapi kq kayaknya malah semakin panas ya pembicaraannya...gak ada pekerjaan yang terkutuk ataw apalah namanya yang penting perasaan kita dalam menjalaninya...ya kalo merasa itu kutukan tak saranin mendingan cepet2 deh ganti pekerjaan ntar malah hidup tambah gak tenang, tapi yang jelas aq gak ngerasa bahwa itu adalah kutukan...gak ada salahnya jadi petani apalagi negara kita adalah agraris tapi alangkah baiknya apabila ada generasi muda yang bergelut dalam bidang teknologi seperti kita2 ini supaya dapat memanfaatkan hasil bumi dengan mandiri tanpa ada tangan yang ikut2an maen comot aja Razz ...wah, pokoknya programmer itu klo diibaratkan adalah motor yang akan selalu berjalan maju dengan cepatnya tapi klo petani gitu ibaratnya adalah bahan bakar...tanpa mereka motor hanya barang rongsokan yang siap diterima dengan senang hati oleh pemulung...lha klo pemulung ibaratnya apa ya??? hmm... Mr. Green
neoruz - 28-10-2008 09:24
Post subject:
yayaretina wrote:
hak..hak..hak..
apa pada kurang sih gajinya, kok ngatain programmer itu suatu kutukan.
programmer kok kutukan.. dasar katrok..
gw gak setuju...
programmer adalah suatu pekerjaan..

hanya orang yg teraniaya yang mengatakan pekerjaan adalah kutukan..

he he he he he...


Bukannnya Programmer itu tukang pijit,.. wekekekekkekekeke,..... Laughing
mijitin keyboards,....
ngemeng2 Om luridarmawan ga nongol ya disini,.. (dulu terkenalnya SMS gateway Cool )
ap - 28-10-2008 10:44
Post subject:
Programmer yang cuma sedeng sedeng aja kemampuannya kaya gw ya mungkin cuma jadi kutukan, tapi kalo programmer yang kelasnya udah beda, bisa nawar gaji, walau ujung ujungnya sama "Dikejar Target"

Malah programmer itu enak, selain kerjaan kantor, bisa dapet kerjaan sampingan, asal pinter pinter aja marketing diri sendiri.
Menurut gw sih, programmer bukan kutukan tapi MUSIBAH ........ Karena sampai saat ini gw belom bisa jadi programmer yang bisa menawar gaji kepada perusahaan Smile
ho2sly - 28-10-2008 11:09
Post subject:
Btw, entah anda menganggap programer itu sebagai apa aja, itu adalah pilihan anda, karena itu semua adalah proses, proses yang membawa perubahan pada hidup anda, jadi tergantung anda menikmatinya atau membuat semua itu menjadi beban. Ketika anda menjalani profesi anda sebagai apapun, anda memang dituntut untuk loyal dan memberikan yang terbaik bagi perusahaan, tapi anda juga harus sadar, ketika anda menerima pekerjaan sebagai programmer, apa anda sudah berpikir sejauh mungkin, sesuaikan dengan kemampuan anda, mampukah anda, sanggupkah anda, memang pada awalnya mencoba itu baik, tapi apa anda modal nekat? g' kan? anda pasti punya kemampuan, tinggal bagaimana cara anda untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan anda. Jadi nikmatilah profesi anda, mengeluh itu wajar, merasa tidak sanggup itu wajar, tetapi belajar itu g'akan ada habisnya, dan dalam proses anda belajar, anda akan menemukan jawaban, profesi sbg programmer itu sama dengan apa ??
gagal_jadi_programmer - 28-10-2008 11:38
Post subject:
Mr. Green jadi programmer itu ternyata gitu yah suhu....
pantesan gw gagal mulu...

gimana kalo dibahas fenomena programmer gagal trus beralih ke enterpreneur yg membudidayakan programmer?
soalnya, akhir2 ini mulai banyak ditemui.

ciri-ciri umum spesies ini adalah :
- background IT
- bisa coding, tapi nanggung
- di masa kuliah, paling demen bikinin TA, kerjain tugas pemrograman, asal harganya cocok
- pas kerja, nglamar n diterima jadi programmer, karena kemampuan coding nanggung, n insting bisnisnya lebih jalan maka sering ngobyek, akibatnya networknya luas
- begitu cabut dari kerjaan, bikin usaha IT sendiri, naaah... yg direkrut itu ya fresh graduate kayak gw2 ini
- karena pernah ngerti it, maka kalo nuntut programmernya... bujug buneeenggg... uwampun...
- dianya tau luar dalem programmer itu kayak apa, tapi pelit ngasih salary

ada yg pernah liat spesies kayak gini?
gw dah jadi korban...
ho2sly - 28-10-2008 12:04
Post subject:
ya itulah jawaban yg didapatnya dari proses belajarnya, itu g'salah kok. klo masalah salary yg g'berimbang dengan kerjaan, itu biasa terjadi apalagi pada freshgraduate, karena masih buta dengan masalah gt, tapi anda sekarang telah berubah, anda mendapat pengalaman, pastinya nilai jual anda akan bertambah pula, bisa dibilang motivasi anda kerja kemaren baru pengen cari pengalaman, begitu anda punya pengalaman, sudah sewajarnya motivasi anda berubah menjadi UANG, karena MGM(mau g' mau) kita paling butuh sama uang
mas_kofa - 28-10-2008 12:19
Post subject:
simba wrote:
Hahahaha... masih idup aja nih thread. Very Happy Pada intinya, semua kembali pada pilihan. And that's life is all about: choose your destiny! Wink

Well, saya nyoba mengimbangi opini bahwa profesi programmer lebih berat, lebih bikin stress, lebih sulit, dlsb, sementara requirement untuk bisa jadi programmer. Padahal, "hasil" akhirnya gak jauh beda dgn profesi lain yg nampak kurang "terhormat" seperti petani atau bahkan tukang parkir. Bahkan sampe menganggap programmer sbg kutukan, anehnya banyak yg suka dikutuk jadi programmer. Sepakat sama deLogic, rumput tetangga biasanya tampak lebih hijau. Apalagi "rumput" tetangga, biasanya tampak lebih seksi! Laughing

Pernah kepikir gak sih, bahwa programmer itu profesi yg bisa jadi berperan besar -walaupun kebanyakan berada di belakang layar- dalam mengubah sistem, baik itu dalam lingkup kecil hingga lingkup besar. Lingkup kecil mungkin bisa sebuah perusahan, sebuah toko, dlsb, atau hingga lingkup besar seperti kota, atau bahkan negara. Wink

Okelah, jadi tukang parkir atau petani lebih nyaman dan tenang dalam lingkup pribadi. Tapi kalo dipikir lebih jauh, apa sih kontribusi seorang tukang parkir atau petani pada orang lain (dalam jumlah besar)? Bagaimana jika dibandingkan kontribusi seorang programmer apalagi sampe level software engineering and analyst yg mampu membuat, merancang dan membangun sebuah sistem aplikasi yg bisa jadi mampu mengatur sebuah perusahaan scr invisible? Atau bahkan mengatur negara? Wink

Monggo dipikirkan lagi. Mudah2-an bisa jadi motivasi tambahan buat org2 yg "terkutuk" ini. Very Happy



apa kalo gak ada petani kita bisa makan beras...? makan thelo...makan jagung...
yg bisa membuat otak kita bisa berpikir logika.....dst....nya
deLogic - 28-10-2008 12:35
Post subject:
petani ada yang beruntung, tapi ada pula yang gagal panen dan ada yang hanya sebatas mengarap sawah orang lain...

tukang parkir ada yang sukses, tapi ada pula yang masih bersusah payah menghidupi dirinya dan keluarga...

programmer ada yang sukses, duduk santai sambil menikmati royalti dan membangun 'peradaban', sosial, budaya dan teknologi, tapi ada pula yang masih berkutat dengan ketidakmampuan mengentaskan diri dari belenggu ketidakberpihakan perusahaan,
akan tetapi yang lebih merugi adalah ketidak mampuan dalam meningkatkan kompetensi diri agar dapat bersaing menggapai sesuatu yang lebih baik, namun merasa dirinya mampu dan benar.

got the point ?

bener-bener dilema menjadi programmer ...
bener-bener dilema menjadi buruh pabrik yang upahnya aja kurang dari UMR, mo pindah kerja tapi cari kerjaan susah dan kemampuan yg dimiliki hanya sebatas menjadi buruh saja ...
bener-bener dilema menjadi TKI yang di negeri orang (beberapa) nasibnya merana, di negeri sendiri (beberapa) dikerjain...
bener-bener dilema menjadi pengusaha, pemegang saham ingin perusahaan untung terus, dividen besar, tapi karyawan menuntut dan harus diberikan penghasilan dan dan perhatian yang layak, apalagi sedang subprime mortage melanda, bursa saham anjlok, resesi ekonomi tak terhindarkan, hutang semakin menumpuk, perusahaan kolaps ...

got the point ?

Setiap profesi pekerjaan (profesi yang saya maksud adalah yang positif, bukan negatif apalagi kriminal) mempunyai andil terhadap kemajuan suatu kelompok, komunitas, masyarakat, bangsa, negara dan peradaban.
Jika tidak ada petani, maka ...
Jika tidak ada nelayan, maka ..
Jika tidak ada tukang parkir, maka ..
Jika tidak ada pengusaha / wiraswasta / wirausaha, maka ...
Jika tidak ada programmer, maka ...
Jika tidak ada ..., maka ...

got the point ?

Jika tidak ingin berdilema menjadi petani, maka jadilah petani yang berhasil atau jangan jadi petani ...
Jika tidak ingin berdilema menjadi pengusaha, maka jadilah pengusaha yang sukses atau tidak usah jadi pengusaha ..
Jika tidak ingin berdilema menjadi programmer, maka berusaha & wujudkan menjadi programmer yang berkompeten atau tidak usah jadi programmer ...

got the point ?

kehidupan adalah rangkaian pilihan tindakan yang harus kita tempuh, untuk mewujudkannya, kita dituntut untuk berusaha menapaki jalan tersebut, membekali diri dengan kemampuan yang setiap hari harus meningkat (walaupun itu sedikit), memperbaiki dan mengembangkan kualitas diri dan tentu saja ber-ikhtiar.

Jika Anda sudah berusaha, membekali diri namun masih tetap tidak ada perubahan, mungkin Anda harus mencari profesi lain, tidak ada itu yang namanya musibah atau kutukan (ndak ada itu, ndak ada itu --dengan logat Al Jaim), karena apa yang Anda alami adalah hasil dari pilihan dan perbuatan Anda.


halah malah nglantur ngalur ngidul.. maklum habis diminta dengerin orang jepang ngomong bahasa linggis yang babar blas gak nyampung ama kompetensi gw.... mana translatornya ngaco lagi... hihihihi..

Be Positive and Keep the spirit Up !
simba - 28-10-2008 12:37
Post subject:
Hahahaha..... walah... repot kalo semua ditanggepin scr negatif. Maksud hati menambah motivasi temen2 biar gak kecil hati, apalagi merasa terkutuk, sbg programmer, lha kok malah dituding yg aneh2. Santai bang! Laughing

Kakek saya petani dan salah satu sepupu saya jadi tukang parkir. Saya juga masih makan nasi kok. Dan kalo parkir juga masih bayar tukang parkir. So saya gak punya masalah dgn profesi itu. Saya yg malah ber-cita2 pengen jadi petani. Very Happy

Ya, kalo Anda merasa termotivasi sbg org yg terkutuk, ya monggo aja. Itu hak Anda kok. Dan itu masalah Anda, bukan masalah saya. Razz

Maunya becanda kok jadi serius banget sih? Razz Sudahlah... ma'af kalo ada kata2 yg menyinggung perasaan. Saya gak bermaksud demikian. Anggep aja postingan saya gak ada. Wink
deLogic - 28-10-2008 12:50
Post subject:
hihihi model2 topik kayak beginian ni berpotensi panjaaaaaaang dan sebagian menganggap kontrovertif...
apalagi kalo diangkat terus dan ada respon Very Happy
DelphiExpert - 28-10-2008 14:17
Post subject:
deLogic wrote:
petani ada yang beruntung, tapi ada pula yang gagal panen dan ada yang hanya sebatas mengarap sawah orang lain...
...

Benar apa yg disampaikan @deLogic above Smile
mari bersama... hai orang2 yg merasa "terkutuk" menjadi bagian dari programmer... barang siapa yg menganggap pekerjaannya sekarang adalah suatu musibah dan menganggap ini adalah kutukan... sekaranglah saat yg tepat untuk BERHENTI...

Ketik REG PRIMBON, kirim ke 9090... Niscaya Anda akan menjadi lebih terkutuk Mr. Green
simple_code - 28-10-2008 14:21
Post subject:
wekekekeke....

akhir nya jadi hidup juga ni thread...
programmer = kutukan, tadinya cuma iseng, eh jadi beneran!! makin banyak aja yang nanggepin serius..
apa ada pekerjaan yang selalu di uber uber client, tapi tetep aja mengasyikkan?? sampe-sampe bejibun orang pengin jadi programmer... liat aja dah berapa user ada di DI..

yato..?? ya to...??
wekekekekee...

kalo ini versi serius menurut aku :
setiap pekerjaan, harus di dasari sebagai ibadah, so... akhirat dapet, dunia juga dapet. ngejalaninnya juga enak. kalo dah gini, pasti ikhlas deh, dan ga akan ngeliat rumput tetangga, palagi cewek tetangga! ampyuuunn dah...

masih jadi DILEMA...???

lanjuttt.....
n3o_cybertech - 28-10-2008 14:57
Post subject:
jadi programmer asik lho...pengalaman pribadi nih lom lulus masih sem.3 dah dapet project2...sem.5 dah mulai byk banget dapet orderan TA / Skripsi...malahan aq yang cman D3 sering banget ngerjain Skripsi S1 tuh, 1 minggu sebelum wisuda dapet kerja...wakakakakak...pokoknya asalkan modal nekat and gak kenal malu serta menyukai status programmer kita niscaya deh pasti ada jalan...Skripsi...skripsi...sapa mo tak buatin skripsi...wakakakkakak (lanjut ke promosi) Mr. Green
mas_kofa - 28-10-2008 17:18
Post subject:
mas @neo kebetulan aku kuliah di Ekonomi Islam [calon S.E.I / Sarjana Ekonomi Islam] di suatu PS di jogja [khan sampean jogja juga khan?].....
nah...sampe skrg lom lulus karna kepenthok skripsi.....tolong nya buatin aku skripsi ya.....judul nya terserah yg penting ada kaitannya dengan Ekonomi Islam.....
deLogic - 28-10-2008 17:28
Post subject:
wakakakaka.. @mas_kofa, ntar dibikinin skripsi ekonomi syariah berbasis teknologi informasi.. Very Happy

hihih jangan2 ntar muncul e-banking syariah unutk nasabah..... masih jarang bangets kan perbankan berbasis syariah yang sudah punya e-banking untuk nasabah-nya.. pake Pascal lagi hihihi (pan selama ini lebih cenderung Java based, walaupun yang lain jg ada)
mas_kofa - 29-10-2008 07:08
Post subject:
iya gmn nich mas @neo ...?
judul nya itu aja yang disarankan ama @DL....gampang khan?
n3o_cybertech - 29-10-2008 08:47
Post subject:
wakakakkakak...promosi telah ada yang mengintip...wakakakakkakak...
DelphiExpert - 29-10-2008 11:10
Post subject:
n3o_cybertech wrote:
wakakakkakak...promosi telah ada yang mengintip...wakakakakkakak...

lho koq malah ketawa, ngakak lagi Rolling Eyes
madi - 29-10-2008 11:30
Post subject:
wah boleh nih @mas_kofa (sambil gosok2 tangan).
kebetulan udah pernah bikin bank "thithil" syariah. Wink
mas_kofa - 29-10-2008 12:34
Post subject:
apa itu "thithil" ?
madi - 29-10-2008 13:35
Post subject:
maksudnya bank ketjil2an gto.
LuriDarmawan - 29-10-2008 13:43
Post subject:
bank titil,
itu bisa semacam bank pasar,
koperasi yang berlaku menjadi semacam bank,
rentenir jasa pinjam uang,
dll

itulah "bank titil" / "bank thithil" / "bank thitil" / etc
( ga tau ejaan mana yang benar nih )

ayo back to topic,
menanggapai thread ini yang bersubject "Dilema Programmer"
saya jadi ingin buka thread dengan subject "Dilema memperkerjakan programmer"
( baik outsource maupun bukan )

nah tuhhh...
gimana coba,
ayo yang mo mbahas silahkan buat thread baru
yayaretina - 29-10-2008 14:44
Post subject:
setuju...
ikutan nimbrung klo udah dibuka... ;mrgreen:
madi - 29-10-2008 15:40
Post subject:
ya itu semacam istilah dariku saja, yg bener ya bank syariah. lha basisnya atas kesepakatan yg tidak memberatkan kedua belah pihak(dan tentunya yg sesuai syar'i).

wedew gak jadi oleh project ki..wekekekek..

ditunggu, siapa yg mo buka dulu...:d
betamax - 30-10-2008 00:27
Post subject:
Pernah ngerjain sistem BMT (Syariah), aturan bunga atau basil sebatas penyampaian "bahasa" saja kepada nasabah. jikalau yang diharamkan dari perbankan itu sistem riba nya, trus sistem BASIL (eg: 1/50 ... 1/45.. dsb) bagaimana ?
perbadaanya cuma di nilai penulisan prosentase bunga dengan nilai basil, toh perhitungan di buat dan dihitung dengan desimal sama sama menjadi "Kelebihan" yang harus dibayarkan dari "pokok pinjaman" Hehehehe....

satu lagi dilema programmer... DOSA ga yah buat sistem gitu ? ?

ups.. tanpa bermaksud menambahkan beban......
simple_code - 30-10-2008 00:33
Post subject:
ealah, diatantang buka thread baru malah mbahas project....
btw, ikutan donk kalu memang ada project...

xixixixixixi....
betamax - 30-10-2008 00:58
Post subject:
" dilema memperkerjakan programmer" hahahahaha Buka aja dulu, ntar aku komen deh.. Very Happy
ap - 30-10-2008 08:31
Post subject:
Back To Topic...

Dilema Programmer.
Buat saya sih Programmer itu bisa dibilang HOKI, soale pas saya ketik REG PRIMBON dapet SMS "Anda tidak cocok bekerja di ruangan yang ada komputernya"

lha, ntar makan dari mana dong kalo ga jadi programmer ???

ngga percaya sama gituan saya Ketik lagi UNREG PRIMBON dapet balasan sms
"Kalau anda tidak percaya dengan ramalan saya, yasudah jadilah programmer dan lanjutkan kehidupan anda, tapi ingat jadi programmer jangan nanggung dan harus kompeten biar bisa bersaing"

Nasi sudah menjadi bubur, cuma bisa coding doang, ga coding ya ngga makan.
Kalo bisa dagang emas sih, mendingan dagang emas. Tinggal duduk duduk, eh dapet duit, sayang ngga ada modal, hiks hiks hiks.
madi - 30-10-2008 13:38
Post subject:
@ap
Makanya gak usah tanya2 "PAK DE".
semuanya gak ada cocoknya, salah2 malah office boy kale yg cocok...wakakakakaka
eksant - 02-11-2008 00:29
Post subject:
deLogic wrote:
hihihi model2 topik kayak beginian ni berpotensi panjaaaaaaang dan sebagian menganggap kontrovertif...
apalagi kalo diangkat terus dan ada respon Very Happy


weleh-weleh...aku jadi tersinggung nih..hihihi
----------------------------------------------------
Ternyata banyak juga kontroversi klasik seperti di atas yang akan timbul dalam benak Anda sebagai programmer yang kritis. kontroversi ini akan selalu timbul dan begitu memaksa Anda untuk berpikir ulang mengenai status Anda sebagai pekerja (tukang parkir, petani, programmer).

Coba mari kita lihat satu per satu. Memang sudah selayaknya setiap orang bekerja untuk menopang hidupnya dan keluarganya. Tetapi dengan bekerja sebagai pekerja, apa saja yang Anda korbankan?

Sampai timbul : programmer = kutukan, programmer = kuli, Tukang parkir VS programmer, rumput tetangga bikin geli rumput sendiri (hehe), dll. Bahkan timbul para motivator : programmer = is the best, kontribusi seorang programmer, dll.
simba - 02-11-2008 14:23
Post subject:
> Tetapi dengan bekerja sebagai pekerja, apa saja yang Anda korbankan?

Dgn logika yg sama seperti beberapa posting di atas, kita juga seharusnya gak meremehkan status pekerja. Wirausahawan (enterprenuer) juga membutuhkan karyawan. Kalo semua org jadi wirausahawan, sapa yg jadi karyawannya? Emang mau, jadi enterpreneur yg melakukan SEMUANYA sendiri? Razz

Udahlah... mau jadi apa pun, bersyukur aja. Masih mending bisa kerja dan cari rejeki, syukur2 bisa sedikit berbagi dgn org lain. Masih banyak org2 yg lebih gak mampu dari kita. Kalo semua2 dipikir scr negatif, apa pun gak akan ada bagusnya. Razz
eksant - 03-11-2008 20:17
Post subject:
hmm...rupanya terlalu menekankan kata "Tetapi dengan bekerja sebagai pekerja, apa saja yang Anda korbankan? ", sebetulnya itu merupakan pertanyaan inprinsip (pertanyaan yg ga perlu dijawab) Smile

bagaimanapun saya secara pribadi sependapat dengan bos simba..Smile. Tidak berpaling dari hal tersebut, saya berusaha mengangkat tread ini agar kita bisa sharing, yach..syukur-syukur para bos-bos bisa baca tread ini. "ooo...ternyata programmer itu begini tho, ooo..ternyata programmer itu byk tekanan juga tho..". smoga bisa saling memahami. Smile

palagi, big boss forum..juga mengangkat tread miror ini, (salut buat big boss). dengan kata lain, "ini lho, kebingungan (dilema) mereka (programmer/memperkerjakan programmer)..."

--- saya bisa berkata, "bom tidak akan meledak tanpa adanya detonator" --- dan saya yakin "anda-lah (programmer) yang bertindak sebagai detonator tersebut"
simba - 04-11-2008 02:19
Post subject:
> saya berusaha mengangkat tread ini agar kita bisa sharing, yach..syukur-syukur para bos-bos bisa baca tread ini. "ooo...ternyata programmer itu begini tho, ooo..ternyata programmer itu byk tekanan juga tho..". smoga bisa saling memahami.

Emang semua bos itu gak pernah jadi bawahan, ujug2 jadi bos gitu? Wink

Kemungkinan bos pernah jadi programmer (dan merasakan suka dukanya) rasanya lebih besar dari pada programmer yg pernah jadi bos. CMIIW. So, wacana, wawasan, dan pengetahuan seorang bos (seharusnya) lebih kaya dari programmer-nya. Krn itu para programmer (seharusnya) juga berusaha memahami apa masalah para bos. Dgn mencoba menggunakan sudut pandang bos (thx to om Luri yg telah membuka thread untuk itu), programmer (bawahan) bisa ngerti apa masalah yg dihadapi para bos, alih2 hanya menggunakan sudut pandangnya sendiri (yg mungkin lebih sempit dan terbatas drpd bosnya). Smile

Untuk itu, kuncinya ada di komunikasi dan keterbukaan pikiran di masing2 pihak. Kalo masing2 ngotot sok bener, ya memang gak akan pernah ada habisnya. Dilema aja terus. Razz
eksant - 04-11-2008 22:04
Post subject:
memang benar, kuncinya ada di "komunikasi dan keterbukaan". bukankah "ini" sudah merupakan satu bentuk komunikasi dan keterbukaan (hanya saja) fokusnya dari judul tersebut, dengan begitu (memberi judul tsb) kita bisa tau "satu sisi" ungkapan "mereka"...heheh Smile

nah "sisi yg lain" tentunya ada di "komunikasi dan keterbukaan" yang lain pula Smile
ap - 05-11-2008 23:21
Post subject:
@Delphi Expert, Eksant, Simba, Neo, Madi
Apakah anda menjalani hidup sebagai programmer adalah suatu kutukan ? (Pasti jawabannya tidak)
Help, explaint kenapa ngga atau jika iya, kenapa iya ??

Soalnya buat saya ngerasa jd programmer itu kutukan,
ibarat buah simalakama
Ga Coding ga dapet duit, tapi buat coding udah males banget, pengennya jadi pengusaha (Duit dari mana yah buat modal? ha ha ha)

Please Explaint.... Tapi ngga masalah duit lho yah, hal lainnya sebutkan.
n3o_cybertech - 06-11-2008 08:24
Post subject:
Quote:

Soalnya buat saya ngerasa jd programmer itu kutukan,
ibarat buah simalakama
Ga Coding ga dapet duit, tapi buat coding udah males banget, pengennya jadi pengusaha (Duit dari mana yah buat modal? ha ha ha)

Please Explaint.... Tapi ngga masalah duit lho yah, hal lainnya sebutkan.

napa bukan dianggap sebagai kutukan???jawabannya simple, untuk saya programming adalah merupakan suatu hobi, enak banget kali menemukan apa yang belum kita ketahui semua dan memuaskan apabila dapat mengerjakan sesuatu sesuai dengan deadline(tulisannya gmn sih???) yang ditentukan. lagipula klo semua kerjaan apalagi yang kita tekuni tidak kita nikmati ya kita akan selalu merasa bekerja merupakan sesuatu hal yang tidak menyenangkan dan hasil yang kita dapat pun tidak akan memuaskan...jadi apapun pekerjaan kita tetap harus kita nikmati. Mr. Green
simba - 06-11-2008 12:53
Post subject:
@ap:
> Soalnya buat saya ngerasa jd programmer itu kutukan, ibarat buah simalakama Ga Coding ga dapet duit, tapi buat coding udah males banget, pengennya jadi pengusaha (Duit dari mana yah buat modal? ha ha ha)

Seperti yg saya bilang, kalo semua2 disikapi negatif, gak akan ada bagus2-nya. Dilema aja terus, terkutuk aja terus. Masalahnya ada di Anda, bukan di profesi programmer, atau coding-nya. Dgn pola pikir seperti itu, mau jadi apapun juga akan terasa sbg kutukan. Mau jadi pengusaha juga sama aja, gak berusaha gak dapet duit, tapi mau berusaha udah males banget. Gitu aja terus. Razz

Banyak2-lah bersyukur, nikmati dan jalankan profesi apa pun (yg sedang dilakoni) dgn sepenuh hati. Gak akan ada ceritanya merasa terkutuk. Bangun sikap dan pikiran positif, coba sekali2 "melihat ke bawah". Banyak profesi yg lebih "terkutuk" daripada programmer. Gak perlu lah saya kasih contoh, ntar saya dikira sombong lagi. Razz *asline emang sombong sih!* Laughing

> Please Explaint.... Tapi ngga masalah duit lho yah, hal lainnya sebutkan.

Halah, Anda sendiri gak konsisten, org lain gak boleh pake alasan duit, tapi Anda mempermasalahkan duit. Padahal diskusi ini UUD juga (ujung2-nya duit). Razz

Kalo emang pengen dan niat jadi pengusaha, ya dirintis dong. Mulai nabung, giat nyari proyek buat modal, bangun personal network yg bagus, siapkan mental utk jadi pengusaha (yg berhasil), susun tim yg bisa saling mendukung, dlsb. Ada baiknya juga baca2 biografi org2 (pengusaha) sukses, terutama bagaimana saat mereka mulai merintis usahanya. Kalo belum2 udah merasa terkutuk, gmn mau jadi pengusaha (yg sukses)? Udah kalah sebelum berperang tuh. Razz Kesuksesan itu butuh proses dan perjuangan, gak jatuh begitu saja dari langit. Saya liat blog Anda pernah mengulas ttg Laskar Pelangi, banyak pelajaran yg bisa diambil dari kisah Andrea dkk itu. Smile

TETAP SEMANGAT! Very Happy
eksant - 06-11-2008 22:55
Post subject:
ap wrote:
@Delphi Expert, Eksant, Simba, Neo, Madi
Apakah anda menjalani hidup sebagai programmer adalah suatu kutukan ? (Pasti jawabannya tidak)
Help, explaint kenapa ngga atau jika iya, kenapa iya ??

Soalnya buat saya ngerasa jd programmer itu kutukan,
ibarat buah simalakama
Ga Coding ga dapet duit, tapi buat coding udah males banget, pengennya jadi pengusaha (Duit dari mana yah buat modal? ha ha ha)

Please Explaint.... Tapi ngga masalah duit lho yah, hal lainnya sebutkan.


saya rasa hidup sebagai programmer bukan suatu kutukan justru anugrah. ya.. saya katakan anugrah sebab tidak semua berstatus programmer artinya kelangkaan programmer itulah yang mendominasi harga proyek bisa melejit (krn tdk ada standarisasi) atau banyak perusahaan yang kesulitan mencari tenaga ahli programmer.

dari "quote" yg saya tangkap, anda sudah mengalami masa titik jenuh ya?
cukup wajar, kecenderungan seseorang dengan rutinitas yang monoton memang berdampak demikian.

saran saya: mgk anda bisa memulai dengan evolusi baru yang ga jauh dari habitat anda sebagai programmer juga, dengan belajar mengenal dunia enterpreuner (misalnya). Jika uang sebagai kendala modal, mgk kita bisa mengakali dengan keyakinan dan kepercayaan. sebagai gambaran; tahap awal kita menjadi marketing software (entah dr produk kita ato produk orang lain) setelah mendapat klien, kita kerjakan atau outsource-kan proyek tsb, hasilnya anda dapat me-managemen sendiri.

"Mulailah dengan hal terkecil dan termudah lalu tumbuhkan keyakinan sebesar-besarnya"
yayaretina - 07-11-2008 09:27
Post subject:
OOT
@eksant

kayaknya dari pengalaman pribadi dikau sebagai seorang enterpreuner ya..
dah sukses lom? klo udah, daku mau ikut2an.. Very Happy
eksant - 07-11-2008 11:25
Post subject:
@yayaretina
Alhamdulillah sudah bisa dikatakan sukses (sebenarnya ukuran sukses itu dimana sih??), sudah punya rumah sendiri, mobil sendiri, bikin house production dirumah sendiri, bikin anak sendiri....Smile
ap - 09-11-2008 21:08
Post subject:
@eksant
wah keren tuh tips dan triknya, dengan memberikan kepercayaan kepada orang lain bisa membuka jalan menjadi suatu bisnis.

@DelphiExpert
Mas indra.... mana negh comentnya ? Lom jawab dari kemaren, sibuk orderan coding mulu yak ??
DelphiExpert - 10-11-2008 09:33
Post subject:
saya sedang menuju menjadi enterpreuner setelah sekian lama vakum Mr. Green
hasan99123 - 23-11-2008 20:43
Post subject:
@exsant
betul kata qm kk, jadi programmer itu emg anugerah, skian lama asaja fakum jadi programmer akhir nya emg harus balik lagi jadi programmer
tapi sayang ilmu nya dah banyak Lupa, hehe
kalau Dilema itu pasti ada tergantung bagaimana kita menyikapinya saja...^^
Hidup Programmer Indonesia @-@
eksant - 24-11-2008 11:02
Post subject:
@ap & @hasan... Smile - Terima kasih banget !!
dari programmer (kerja lembur, upah minim, ga dibayar, dilema, stress) --> enterpreuner --> motivator programmer (wah..bisa2 jadi ladang usaha baru nih..hehe)
trimbil - 26-11-2008 23:40
Post subject: RE: Dilema Programmer
pada ngomongin apa to ni???

keburjo aja yukz semua, makan indomie rebus telor + es susu coklat
All times are GMT - 5 Hours
Powered by PNphpBB2 © 2003-2007 The PNphpBB Group
Credits